oleh

Menuju Hijrah Berawal Dari Dakwah

KOTA BENGKULU, – Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) kembali menyajikan kisah-kisah inspiratif yang dapat dijadikan pelajaran baik untuk diri sendiri maupun khalayak luas.

Kamis (6/5/2021), melalui program yuk ngebahas tentang hidayah (Nge-teh), Diskominfosan kembali mengundang narasumber terbaik yakni Ketua Risma Masjid Agung At-Taqwa Kota Bengkulu Rudi Nurdiansyah atau yang sering disapa Bung Rudi.

Dirinya akan menceritakan tentang hidayah di hidupnya yang pernah dilaluinya.

Dipandu host Piter JV dan mengangkat tema “hijrah itu keren”, Bung Rudi mulai menceritakan awal mula dirinya hijrah dari kegelapan duniawi menuju cahaya akhirat (surga).

“Dulu saya pernah sekolah di pesantren di Surakarta selama 3 tahun. Lepas dari sana, kehidupan saya kembali seperti biasanya dengan kenakalan-kenakalan yang dulu saya lakukan. Sehingga suatu ketika kuliah, saya bertemu para jamaah dakwah, mereka berdakwah dari masjid ke masjid untuk memberikan pemahaman tentang sifat-sifat nabi dalam kehidupan,” sampainya dengan lirih.

Ia pun mengungkapkan pengalamannya saat mengikuti dakwah dengan mendengarkan seluruh ajaran islam yang meliputi masalah ibadah, akidah, akhlak serta muamalah.

“Waktu saya mendengarnya rasanya hati seperti dibelah-belah, dapat diibaratkan seperti pisau membelah sesuatu, kemudian dibuang ke bangkai-bangkai dunia, lalu dimasukan kebenaran-kebenaran allah. Lalu saya tersadar bahwa manusia diciptakan allah untuk ibadah. Surga dan neraka benar adanya, surga untuk orang yang taat dan neraka untuk yang tidak taat. Sebelum itu, kita semua pun akan mati bila waktunya tiba,” ungkapnya.

Setelah ikut berdakwah, Rudi mengatakan bahwa dirinya kembali berangsur hafal akan ayat-ayat Al-quran yang sempat hilang dalam dirinya.

“Alhamdulillah hafalan-hafalan berangsur kembali. Intinya kalau kita memahami dan mengamalkan ibadah serta ajaran-ajaran nabi melalui dakwah tentu amalan-amalan ini selalu ada dalam diri kita. Apabila kita tidak mengamalkannya bisa-bisa ilmu perlahan hilang, sudah itu jauh dari agama dan jauh dari allah. Apabila kita mengamalakan melalui dakwah insya allah kehidupan akan berkah,” tambahnya.

Menurutnya, berdakwah akan merasakan nikmatnya setetes air seluas samudera, banyak keberkahan yang terkandung di dalamnya untuk menuju kehidupan yang baik.

Jalan dakwah rudi tak seindah yang dibayangkannya.

Awal hijrah, orang-orang dekatnya sedikit terkejut dan tak sedikit mengatakan bahwa dakwahnya merupakan ajaran sesat.

“Banyak yang tidak percaya, bahkan saya sendiri pun tak percaya akan perubahan ini. Saya merasa bersyukur adanya asbab kebaikan, memang belum seutuhnya sempurna tapi saya berusaha terus memperbaiki diri. Dengan ikut berdakwah saya merasakan perubahan signifikan dalam diri dengan sentuhan-sentuhan amalan agama,” tuturmya.

Sementara itu, sebagai ketua risma, Rudi ingin risma-risma seluruh masjid di Kota Bengkulu menjadi pusat anak mamuda pencari hidayah Allah SWT terkhususnya di At-taqwa.

“Saya ingin menumbuhkan semangat risma seluruh masjid. Dimulai dari At-taqwa saya ingin ini menjadi contih masjid lainnya dalam menghidupkan risma kembali dan lebih dekat dengan Allah SWT. Karena yang saya lihat pengurus masjid sekarang banyak yang sudah tua, jadi melalui hal ini diharapkan ada generasi penerus nantinya. Tak hanya itu, saya ingin merubah pandangan anak muda bahwa agama itu tidak membosankan, dan sebenarnya agama itu menarik dan sumber bahagia di dalam kehidupan,” tutupnya.

Sumber : Media Center Kota Bengkulu

Pewarta : Helentri Septiana

Komentar

BERITA LAINNYA