oleh

Wawali Dedy Menangis Melihat Kehidupan Nenek Jumaina

KOTA BENGKULU, – Wakil walikota Bengkulu Dedy Wahyudi berurai air mata saat membesuk salah satu warga di Jalan Merpati V RT 13 RW 4 Kelurahan Rawa Makmur, Kamis (17/6/2021). Apa yang membuat Dedy sampai menangis?

Warga yang dikunjungi oleh Dedy adalah seorang perempuan yang sudah tua renta bernama Jumaina. Ia tinggal seorang diri di rumah kayu reot yang berukuran tidak lebih dari 4X3 berlantai tanah. Atap rumahnya pun banyak yang bocor.

Jumaina yang sudah mulai pikun ini sebenarnya mempunyai 3 orang anak dan beberapa orang cucu. Namun anak dan cucunya kurang memperhatikan dia.

Tidak jauh dari tempat ia tinggal terdapat rumah salah satu cucunya. Namun sejak melahirkan, cucunya itu lebih fokus mengurus bayinya ketimbang mengurus neneknya.

Sedangkan ketiga anak-anak Jumaina sudah tidak lagi tinggal satu rumah dengannya sejak beberapa tahun yang lalu. Alasannya selain sibuk dengan keluarga juga sibuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Anak-anak Jumaina semuanya juga hidup susah (kurang mampu).

Dedy tiba di tempat tinggal Jumaina pukul 14.15 WIB didampingi Ketua UPZ BazNas Kota Bengkulu Gunawan. Dedy tampak bengong begitu memasuki rumah yang ditunggu oleh Jumaina sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ia melihat Jumaina sedang duduk di atas ranjang tua berbahan kayu dialasi kasur yang tampak sudah lama tidak dicuci. Di atas kasur tersapat sebuah bantal lusuh dan kotor yang biasa menjadi teman tidur Jumaina.

Tempat tidur itu hanya ditutup dengan triplek sebagai pembatas. Sayangnya, Dedy kurang mengerti bahasa Jumaina yang hanya mengerti dengan bahasa Rejang.

Beruntung salah satu anak Jumaina yang paling tua bernama Rahas tiba bersama suami (menantu Jumaina) Aliragan sehingga bisa mebantu Dedy berkomunikasi dengan Jumaina.

Pada intinya Jumaina tinggal sendirian di rumah tidak layak huni tersebut sedangkan anak-anak dan menantunya hanya datang mengunjunginya sekali-sekali.

Mendegar itu, Dedy marah kepada anak Jumaina termasuk kepada cucunya yang juga hadir di lokasi tersebut. Dedy menangis terisak-isak karena merasa sangat sedih dan peihatin mendapati seorang Ibu yang diperlakukan tidak layak oleh anak-anaknya.

“Ibuk tidak boleh membiarkan ibu kandungnya seperti ini. Berdosa buk, dosa besar. Saya minta hari ini juga bawa ibuk balik ke dusun. Nanti kami antar pakai mobil. Kami kasih biaya untuk balik dusun,” ujar Dedy dengan terisak-isak.

Diketahui anak-anak Jumaina tinggal di salah satu dusun di Kabupaten Bengkulu Tengah. Selain memberikan bantuan dari BazNas Rp 3 juta, Dedy juga memberikan tambahan dari uang pribadinya Rp 1 juta untuk keperluan Jumaina seperti pampers, bantal, makanan dan obat.

“Bawa dan urus ibuk di dusun, jangan sampai ibu berdosa karena tidak mengurus ibuk. Bayangkan ibu lahir ke dunia ini dari rahimnya ibuk. Tapi sekarang ibu malah meninggalkan ibuk di tempat seperti ini. Ini lebih persis kandang ayam, bukan rumah,” kata Dedy.

Jumaina kemudian diantar ke dusun tempat anak-anaknya berada menggunakan mobil ambulans didampingi oleh anaknya. Saking sedih dan terharunya, Dedy tidak sanggup untuk berkata apa-apa lagi saat mau diwawancarai.

Sebelum berkunjung ke rumah Jumaina, Dedy juga berkunjung ke rumah warga RT 7 RW 2 Kelurahan Rawa Makmur atas nama Yuliana yang mengidap penyakit diduga tumor dibagian kepala serta lehernya.

Dedy menyerahkan bantuan dari BazNas berupa uang tunai untuk melunasi biaya BPJS agar bisa kembali berobat ke rumah sakit sampai sembuh.

“Kami di kota ini memang punya program ketika masyarakat membutuhkan bantuan maka Insya Allah pemerintah hadir membantu. Saya mendoakan ibu, semoga tetap sabar dan ikhlas menerima cobaan ini. Ini ujian, Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya. Kami hadir di sini utk memanjatkan doa dan memberikan semangat. Yang penting salat jangan tinggal dan perbanyak zikir,” ujar Dedy kepada Yuliana.

Sumber : Media Center Kominfo Kota Bengkulu

Komentar

BERITA LAINNYA