Sentuhan Kemanusiaan di Tanah Pegunungan

Tawa anak-anak dan senyum warga Distrik Sinak mewarnai kegiatan yang digelar oleh Satgas Operasi Damai Cartenz, Jumat (24/10/2025). (foto: ist)

Satgas Ops Damai Cartenz Hadirkan Layanan Kesehatan dan Kehangatan di Sinak

Puncak, mediabengkulu.co – Di tengah sejuknya udara pegunungan Papua, tawa anak-anak dan senyum warga Distrik Sinak mewarnai kegiatan yang digelar oleh Satgas Operasi Damai Cartenz, Jumat (24/10/2025).

Tak hanya datang membawa peralatan medis, para personel juga datang membawa kepedulian dan kehangatan.

Dipimpin oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda, bersama Briptu Dedi Arianto serta sejumlah personel lainnya, Aipda Dwi Kuntoro, Briptu Refly Muhamad, Bripda Annisa Mahardika, Bharaka Bastian, dan Bripda Alfesa Hafiz.

Tim Satgas memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang mengeluhkan nyeri tubuh, kelelahan, dan berbagai gangguan kesehatan ringan lainnya.

Namun lebih dari sekadar pengobatan, misi mereka hari itu adalah merawat kedekatan dan kepercayaan.

Seusai pemeriksaan, personel Satgas membagikan makanan ringan, gula-gula, dan kue kering kepada anak-anak sembari berbincang akrab, menghadirkan suasana kekeluargaan yang jarang mereka rasakan dari aparat berseragam.

“Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ujar Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan kegiatan sosial semacam ini merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan.

“Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani, mereka akan lebih percaya dan mendukung upaya penegakan hukum serta pemeliharaan perdamaian di Papua,” tuturnya.

Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak bukan hanya membawa obat, tetapi juga harapan.

Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan, layanan sederhana namun tulus ini memberi arti besar bagi warga.

Suasana penuh kehangatan menjadi bukti bahwa pendekatan hati seringkali lebih ampuh dari sekadar operasi bersenjata.

Masyarakat Sinak pun menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan rasa terima kasih, menegaskan bahwa di balik seragam dan misi keamanan, masih ada wajah-wajah kemanusiaan yang hadir untuk mereka. (**)