SDN 166 BU, Tampil Memukau Pada Pawai Pembangunan HUT RI ke 78 Di Kota Argamakmur

Pawai Pembangunan HUT RI ke 78 di Kota Argamakmur, Sabtu (19/8/2023). (foto : Ansor/mediabengkulu.co).

Bengkulu Utara, mediabengkulu.co – Antusias para peserta pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 78  di kabupaten Bengkulu Utara, cukup besar. Pawai di ikuti instansi, sekolah, ormas  dan seluruh komponen masyarakat.

Tak terkecuali dengan SDN 166 Bengkulu Utara dengan mendapat nomor urut 10 yang menampilkan berbagai atraksi dari berbagai profesi mulai dari profesi Dokter, PNS ,TNI, pejuang petani, pakaian adat sampai profesi olahrawan dan olahragawati dengan motto “Siap Menuju Indonesia Bugar 2045″.

Ada yang menarik dari penampilan siswa siswi SDN 166 Bengkulu Utara yaitu atraksi kuda lumping atau kuda kepang dari Sanggar Tari ” Tresno Budoyo ” SDN 166 Bengkulu Utara yang cukup memukau.

Peserta pawai, kuda lumping atau kuda kepang dari Sanggar Tari ” Tresno Budoyo ” SDN 166 Bengkulu Utara. (foto : Ansor/mediabengkulu.co)

Pawai mulai dari pelataran Alun alun Rajo Malim Paduko menuju bundaran Argamakmur, pasar purwodadi, karang suci hingga Finish di gerbang kantor bupati Bengkulu Utara.

Kepala SDN 166 Bengkulu Utara Kasidin mengatakan, sanggar tari tradisional ” Tresno Budoyo ” SDN 166 Bengkulu Utara merupakan pelajaran Ekstrakulikuler di sekolah, dalam rangka melestarikan kearifan lokal yang ada di Bengkulu Utara.

“ Tarian kuda kepang yang tergabung dalam sanggar Tresno Budoyo  ini merupakan ekstrakulikuler pilihan bagi siswa kami, dimana setiap hari Sabtu dilatih oleh guru pembimbing, hal ini kita lakukan guna melestarikan budaya lokal, yang mana sekolah kami berada di kelurahan Kemumu kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara yang mayoritas warga Jawa,” sampai Kasidin, pada awak mediabengkulu.co, Sabtu (19/8/2023).

Kepala SDN 166 Bengkulu Utara Kasidin. (foto : Ansor/mediabengkulu.co)

Lebih lanjut Kasidin menambahkan, tarian kuda lumping ini kita lakukan dengan mengedepankan edukasi kepada para siswa, agar semakin mencintai budaya leluhurnya.

“ Tarian kuda lumping ini menanamkan karakter anak dalam ketrampilan dan kekompakan, dan diharapkan mereka semakin cinta akan budaya daerah. Bukankah budaya lokal merupakan akar dari budaya nasional,” tutup Kasidin, disela sela mendampingi siswa mengikuti pawai dengan semangat.

Pawai dihadiri Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, sekretaris Daerah, kepala dinas pendidikan dan Porkopimda Pemda Bengkulu Utara. (Ansor)