oleh

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, LSM Pusoka Gelar Aksi Damai

CURUP,– Momen memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021, dimanfaatkan LSM Pusako dan Pekat Rejang Lebong menggelar aksi damai di halaman gedung DPRD Rejang Lebong. Aksi damai itu memberi suport kepada penegak hukum untuk mengusut kasus-kasus yang berpotensi diduga menimbulkan kerugian negara. Aksi berlangsung singkat pagi Jumat (1/10/2021).

Jalan aksi  sekitar pukul 08.30 WIB beberapa pentolan LSM Pusako ( Pusat Anti Korupsi) dan LSM Pekat berkumpul di depan pagar gedung dewan di Jl. Sukowati Curup. Sebelumnya di halaman gedung dewan sudah ada puluhan aparat Polres RL berjaga- jaga.

Sekitar pukul 09.00 WIB dikomandoi Sekretaris LSM Pekat Ishak Burmabsyah dan Ketua LSM Pusako Wika Rifani dengan membawa pamfket dari karton yang berisi tulisan intinya memberantas korupsi memasuki halaman gedung dewan.

Mereka berorasi yang intinya juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan korupsi di Rejang Lebong. Salah satu dugaan korupsi itu perjalanan dinas diduga fiktif anggota DPRD RL ke Kota Lubuklinggau tahun 2020.

Beberapa menit berorasi mereka diterima oleh Ketua DPRD RL Mahdi Husen,SH didampingi Sekwan dan Wakapolres, Kasi Pidsus Kejari serta beberapa staf dewan.

Saat itu Orator Ishak Burmabsyah menyerahkan materi aksi itu ke Ketua DPRD RL Mahdi Husen. Ketua DPRD RL menerima dan akan menindak lanjuti sesuai kewenangannya.

Sementara kepada awak Media Ishak Burmansyah mengatakan aksi damai itu untuk memberi suport aparat penegak hukum untuk mengusut kasus kasus korupsi di Rejang Lebong.

” Ada tiga isu besar yang kami angkat. Satu dugaan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD RL tahun 2020 ke Lubuklinggau  Itu bukan kata saya tapi hasil LHP BPK Bengkulu,” kata Burandam biasa disapa.

Seterusnya kata Burandam dugaan korupsi pemberian dana hibah Rp 2,7 miliar ke Ponpes di Air Kati yang tidak ada kegiatan. ” Ada juga pembangunan jalan,” ungkap Burandam.

Lanjut Burandam Senin (4/10/2021) materi aksi itu akan ia sampaikan ke Polres dan Kejari dengan tembusan hingga ke Kapolri, Kejagung untuk diusut tuntas  “Kan dalam materi aksi itu ada 10 kasus dugaan korupsi yang kita minta usut tuntas,” demikian kata Ishak Burmansyah sembari membubarkan diri. ( Ish)

Komentar

BERITA LAINNYA