oleh

Pengetatan PPKM Mikro, Area-area Potensi Kerumunan Jadi Sasaran Wawali Dedy

KOTA BENGKULU, – Usai diterbitkannya Surat Edaran (SE) Walikota Nomor : 360/22/BPBD/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan penghentian kegiatan yang bersifat keramaian atau kerumunan.

Rabu (7/7/2021) malam, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama satuan tugas (satgas) Covid-19 yang terdiri dari pihak TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan lainnya langsung melakukan peninjauan ke beberapa area-area yang dinilai dapat menimbulkan kerumunan.

Dimulai dari alun-alun Berendo, Dedy langsung menelusuri beberapa cafe dan tempat lainnya yang berada di pusat Kota Bengkulu.

“Memang masih ada beberapa tempat yang kalau saya (Wawali), Walikota dan pihak lainnya datang mereka pakai masker, setelah kami pulang tidak lagi. Ketaatan prokes ini memang harus ada kesadaran diri sendiri dalam melindungi dari virus Covid-19,” ujar Dedy.

Tapi seiring berjalannya waktu, perlahan masyarakat mulai sadar akan pentingnya prokes dalam beraktivitas.

“Alhamdulillah, saat ini sudah hampir 90 persen warga sudah sadar dan tak mengabaikan prokes lagi. Saya tekankan lagi covid ini benar adanya tapi kita tidak boleh terlalu paranoid, karena rasa takut tentu akan menurunkan imun. Tetapi jangan juga menyepelekan atau menantangnya, karena virus ini sudah mendunia,” tambahnya.

Tak hanya sampai disana, Dedy juga menjelaskan beberapa laporan masyarakat mengenai perhelatan pentas Euro di benua eropa tanpa masker dan banyak kerumunan.

“Itu disana (Eropa) semua warganya sudah di vaksin, jadi insya allah imunya sudah terjamin. Walaupun mereka terpapar kemungkinan tidak terlalu parah karena sudah di vaksin. Untuk itu, saya minta warga Kota Bengkulu juga melakukan vaksin dan insya allah kami layani dengan maksimal dan ketersediaan dosis vaksin mencukupi,” tuturnya.

Sembaring memasang kertas pemberitahuan PPKM mikro, Dedy juga berbincang dengan beberapa pelaku usaha tentang poin-poin yang perlu ditaati.

“Alhamdulillah, para pelaku usaha memahami dan memaklumi ini semua. Tujuan kita ini ya untuk kebaikan, keselamatan bersama dalam menekan angka Covid-19. Apabila masih ada kerumunan ya terpaksa kita bubarkan karena dalam SE sudah jelas untuk masalah jam operasionalnya dan sistemnya,” jelas Dedy.

Untuk masalah patroli rutin, TNI-Polri dan satgas lainnya juga telah membentuk tim dengan sistem shift untuk berkeliling mensosialisasikan dan meninjau pelaksanaan PPKM mikro.

“Semua akan digencarkan karena kita ingin masyarakat semuanya sehat, tidak ada yang terpapar dan kota ini kembali kondusif,” pungkasnya.

Sumber : Media Center Kota Bengkulu

Komentar

BERITA LAINNYA