oleh

Pengadaan Jagung Rp 6 Miliar Dipertanyakan

CURUP, – Pengadaan bibit jagung sebesar Rp 6 miliar tahun 2020 melalui Dinas Ketahanan Pangan Rejang Lebong dipertanyakan. Soalnya hingga akhir tahun 2021 tidak ada panen raya jagung di Rejang Lebong. Lalu apakah bibit jagung itu ditanam namun gagal panen atau hanya sekadar sample saja.

Kadis Ketahanan Pangan RL Taman, mengatakan masalah ini sedang diklarifikasi dengan kejaksaan. ” Doa kan yo, semoga hasil klarifikasi nanti baik,” kata Taman melalui telpon selulernya, Selasa (2/11/2021).

Sementara itu Kabid Tanaman Pangan Syafril menjelaskan bahwa bibit jagung itu sudah ditanam oleh sejumlah kelompok tani. Bahkan ada kelompok tani yang panen hingga 6 ton jagung. ” La ado yang panen. Kito ado datanyo, aman ndak berita ya beritakan aja,” ujar Syafril .

Sementara itu berdasarkan data dihimpun tahun 2020 lalu  Pemkab RL menganggarkan dana penanaman jagung melalui APBD sebesar Rp 6 miliar. Bibit jagung itu ditanam di wilayah Kecamatan Curup Utara.

Rencananya jika panen jagung ini untuk ketahanan pangan warga terdampak Covid 19. Anehnya, ketika jagung akan ditaman oleh warga  pihak pengelola bersedia memberikan uang Rp 8 juta perhektar. Padahal untuk membuka lahan baru membutuhkan dana paling sedikit Rp 14 juta perhektare. Sehingga penanaman jagung banyak ” ditolak” warga. Kabarnya ada sekitar 18 hektar yang ditanam di wilayah Kecamatan Curup Utara. Tapi hasilnya tidak maksimal.

Salah seorang warga mempertanyakan jika Rp 6 miliar bibit jagung ditanam semua maka Rejang Lebong akan banjir jagung. ” Ini mana jagungnya,” celoteh warga enggan disebut nama.

Menariknya apa kaitannya soal menanam jagung justru pihak Dinas Ketahanan Pangan akan klarifikasi ke Kejaksaan  Apakah sudah ada masalah hukum atau bagaimana. Kini warga berharap uang yang digunakan untuk pembelian bibit jagung ini menghasilkan jagung yang melimpah. Bukan justru menimbulkan masalah hukum. (ISH)

Komentar

BERITA LAINNYA