oleh

Pemprov Usulkan Program Pembangunan Strategis Bengkulu

Bengkulu, – Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menambah lagi usulan program pembangunan kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.

Usulan program akan dibahas langsung bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada 5 April 2021 secara virtual.

Hal ini disampaikan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani pada Rapat Persiapan Rakor Menko Maritim, yang di pimpin Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air Kemenko bidang Kemaritiman dan Investasi RI Rahman Hidayat, Rabu (31/3) melalui virtual.

Rakor ini direncanakan akan membahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Provinsi Bengkulu.

“Ini kan Rakor untuk pelaksanaan pembangunan di Provinsi Bengkulu baik itu major project, PSN, maupun pembangunan prioritas daerah, ini kan persiapannya. Nah rencananya Rakor akan dilaksanakan pada tanggal 5 April nanti yang Insyaallah akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pak Luhut Binsar Pandjaitan,” jelas Yuliswani.

Pada rapat persiapan ini, Yuliswani menjelaskan ada beberapa program pembangunan strategis tambahan yang kemungkinan besar diusulkan untuk dibahas, diantaranya adalah pembangunan infrastruktur di Pulau Enggano.

“Ada beberapa tambahan tadi seperti pengendalian banjir di Bengkulu, juga tadi kita masukkan secara khusus untuk Enggano seluruhnya, baik dari jalan transnya, juga peningkatan akses pelabuhan, bandara juga air minum juga jaringan telekomunikasi,” papar Asistsn II Yuliswani.

Usulan tersebut nantinya akan dibahas bersama kementerian terkait guna memastikan apakah usulan tersebut layak untuk dimasukan pada agenda Rakor atau tidak.

“Tadi dari dinas perhubungan juga memberikan masukan, ini juga akan kita komunikasikan dengan pihak Kemenko, lalu dari Dinas Kelautan juga ada yaitu untuk perbaikan Pelabuhan Perikanan, jadi sebelum kita masukan materi itu kita akan koordinasi dulu dengan Kementerian terkait apakah ini layak tidak untuk langsung di bahas pada Rakor nanti,” tutup Yuliswani. (Mc)

Komentar

BERITA LAINNYA