Pagelaran Festival Jaranan Untuk Melestarikan Kesenian Jawa di Seluma

Festival jaranan (foto : Soni/mediabengkulu.co)

Seluma, mediabengkulu.co – Pagelaran festival jaranan yang dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma.

Merupakan upaya dalam melestarikan budaya dan kesenian Jawa di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Jaranan merupakan tarian yang melukiskan gerak penunggang kuda, para penari menaiki anyaman bambu berbentuk kuda dengan diringi musik tradisional.

Festival jaranan itu, diinisiasi oleh anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi dan di support oleh pemerintah Kabupaten Seluma.

Jonaidi mengatakan, kegiatan festival jaranan ini dikolaborasikan antara adat Jawa dengan adat Bengkulu.

“Melalui festival ini semoga dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya Indonesia,” ungkap Jonaidi, saat berlangsungnya festival jaranan, Sabtu (16/6/2024).

Hal senada disampaikan Bupati Seluma, Erwin Octavian, pagelaran festival jaranan ini sejalan dengan program unggulannya yaitu Seluma Beragama dan Berbudaya.

Erwin mengatakan, banyak suku yang tinggal di Kabupaten Seluma, selain suku asli Seluma Serawai terdapat juga suku lainnya, antara lain Suku Jawa.

Maka itu, pihaknya akan memfasilitasi agar budaya dan kesenian Jawa tetap ada dan lestari di Kabupeten Seluma.

“Semoga jaranan ini akan selalu dilaksanakan setiap tahun, dan dapat dilestarikan,” ungkap Erwin.

Festival jaranan dihadiri ratusan masyarakat Kabupaten Seluma, bahkan ada yang datang dari kabupaten tetangga.

Menariknya acara festival jaranan, tak sedikit masyarakat yang mengabadikannya dengan hanphone yang mereka miliki.

Ada yang mengambil gambar saat penari lagi pertunjukan, berfoto dengan para penari, dan ada pula yang live di sosial media.

Festival jaranan diikuti sebanyak 20 sanggar atau kelompok dari 14 kecamatan di Kabupaten Seluma, yang tergabung dalam paguyuban jaranan dengan nama Seroja Turonggo Jati.

Salah satu sanggar yang ikut festival, yakni Try Setyo Budoyo, dari Desa Margo Sari, Kecamatan Ilir Talo, mengapresiasi kegiatan festival ini.

“Lebih ramai dan meriah kegiatan kali ini, karena diikuti 20 sanggar kesenian,” kata Selamet, Ketua Sanggar Try Setyo Budoyo.

Selamet mengatakan, kalau pihaknya sudah dua kali mengikuti festival seperti ini. Menurutnya, festival kali ini lebih meriah dibandingkan dari sebelumnya.

“Semoga festival jaranan bisa memunculkan bibit-bibit seniman baru. Nantinya, mereka yang akan menjadi pelestari kesenian jaranan,” harap Selamet.

Penduduk asli Kabupaten Seluma adalah Suku Serawai, setelah ada program transmigrasi di zaman orde baru, Suku Jawa mendiami Kabupaten Seluma.

Saat ini Suku Jawa sudah menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Seluma, dan juga punya hak suara dalam pemilihan kepala desa maupun kepala daerah.

Berikut sanggar jaranan yang tampil dalam festival :

  1. Krido Utomo, Desa Sumber Arum
  2. Mustiko Budoyo, Kelurahan Rimbo Kedui
  3. Krido Gondo Arum, Desa Hargo Binangun
  4. Krido Yakso, Desa Penago Baru
  5. Krido Budoyo Luhur, Desa Sido Luhur
  6. Setiyo Konco Sido Mulyo, Kelurahan Padang Rambun
  7. Karya Manunggal, Desa Batu Tugu
  8. Turangga Manik Seta, Desa Penago I
  9. Turonggo Seto, Desa Riak Siabun I
  10. Wahyu Turonggo Sakti, Desa Bukit Peninjauan I
  11. Sekar Budoyo Laras, Desa Sari Mulyo
  12. Try Setyo Budoyo, Desa Margosari
  13. Taruna Sakti, Desa Pagar Agung
  14. Turonggo Laskar Budoyo, Desa Lokasi Baru
  15. Sekar Budoyo Patok 80 Siabun Jaya, Desa Riak Siabun
  16. Turonggo Wahyu Manunggal, Desa Purbosari
  17. Turonggo Budoyo, Desa Air Kemuning
  18. Mekar Indah Budaya, Desa Rawa Indah
  19. Rukun Santoso, Desa Riak Siabun
  20. Turonggo Mulyo, Kelurahan Sido Mulyo

Laporan : Alsoni Mukhtiar // Editor : Sony