oleh

Komisi II DPRD Kota Bengkulu Hearing Bersama Warga Kelurahan Kebun Dahri Terkait TPS Ditengah Pemukiman

 

MediaBengkulu.co – Komisi II DPRD kota Bengkulu  Kembali Menerima Penyampaian Aspirasi dalam Rangka Mencari Solusi Terkait Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang Berada di tengah Permukimah Warga Kelurahan  Kebun Dahri RT.05 dan RT. 11 dan Warga Pengantungan,senin (24/02).

Sebagai bahan pertimbangan di serahkan buku Perda Tentang ”RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN DI KOTA BENGKULU” Oleh Ketua Komisi II Indra Sukma Samosir dan Wakil Ketua Komisi II Reni Heryanti yang di dampingi oleh ketua BAPEMPERDA DPRD Kota Bengkulu Solihin Een Adnan.

Hearing ini merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan anggota dewan beberapa waktu lalu ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Kebun Dahri. Dalam kesempatan tersebut Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kebun Dahri, Rahmat mengaku bahwa masyarakat mengeluhkan lokasi TPS yang berada di permukiman warga akan berdampak buruk bagi kesehatan.

 

Komisi II DPRD Kota Bengkulu setuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di tengah pemukiman warga di Kelurahan Kebun Dahri dan Kelurahan Pengantungan ditutup dan dialihfungsikan. Dengan catatan untuk pembuangan sampah rumah tangga yang ada di lingkungan sekitar tersebut akan dikoordinir oleh LPM.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Indra Sukma menjelaskan, untuk dasar penutupan TPS tersebut Komisi II DPRD akan memberikan rekomendasi ke Walikota Bengkulu secara langsung, dengan catatan dikarenakan sudah banyak yang sakit dan memang sudah tidak layak lagi TPS tersebut berada di lingkungan tersebut.

“Untuk sementara ini TPS sudah tidak difungsikan lagi. Masyarakat selama ini mengeluhkan karena lokasi TPS ini di permukiman padat penduduk. Kalau dibiarkan begini, maka takutnya akan membawa bibit penyakit,” katanya kepada awak media usai audiensi di Kantor DPRD Kota.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kota, Indra Sukma menyebut bahwa pihaknya setuju jika TPS tersebut dialih fungsikan sehingga membuat masyarakat yang tinggal di sekitar menjadi nyaman.

“Jadi setelah ada pembicaraan tadi, kita merekomendasikan bahwa TPS ini dialih fungsikan saja. Karena memang kondisinya ini sangat tidak layak, selain tempatnya ditengah permukiman warga, banyak warga yang tidak tinggal di Kelurahan tersebut ikut membuang sampah disana,” jelasnya.

Ia pun berharap permasalahan sampah di Kota Bengkulu dapat teratasi. Selain kerjasama masyarakat, penanganan sampah di Kelurahan Kebun Dahri akan menjadi tanggungjawab LPM.

“Jadi mungkin teknis pengelolaan sampah ini tanggungjawab LPM. Nanti warga akan ditarik iuran agar sampah ini langsung diangkut ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah. Dengan begini insyaallah permasalahan sampah di tempat tersebut akan bisa diatasi,” tutupnya.

Dia menambahkan untuk pembuangan sampah sesuai yang tertera di Perda kalau di dalam lingkungan pemukiman itu merupakan tanggung jawab LPM. Mereka bisa menggunakan motor roda 3 yang sudah disediakan untuk menjemput sampah kerumah warga sekitar. Untuk iurannya sendiri, warga menyatakan siap untuk mengeluarkan biaya untuk pembuangan sampah.

“Untuk LPM ini nanti akan langsung membuang ke TPA langsung. Sehingga dengan solusi ini kedepannya tidak ada lagi kita menemukan protes dan mengeluh dikarenakan banyaknya warga yang sakit dan bau tak sedap disebabkan oleh TPS yang sudah sangat tidak layak berada dilingkungan tersebut,” jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua LPM Kelurahan Kebun Dahri, Rahmat Zainurman mengatakan, kalau harapan warga sekitar meminta untuk permasalahan TPS ini bisa selesai. Warga tidak terkena dampaknya buruknya, kemudian persoalan pembuangan sampah warga juga tidak berantakan ataupun terbengkalai dan ada solusi kalau memang TPS tersebut ditutup.(adv)

Komentar

BERITA LAINNYA