oleh

Kepedulian Pejabat kepada Anak Asuh Meningkat, Sejak Diinvestigasi Tim Media Center Kominfo Kota Bengkulu

KOTA BENGKULU, – Program Gerakan Peduli Yatim (GPY) di Kota Bengkulu sudah berjalan dengan baik.

Para pejabat Pemkot Bengkulu semakin peduli terhadap anak asuh yang telah mereka angkat dari para anak yatim.

Terlebih di momentum Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Anak yatim yang sudah diangkat anak oleh para pejabat diperlakukan layaknya anak kandung sendiri.

Kepedulian para pejabat terhadap anak asuhnya ini juga semakin meningkat sejak adanya investigasi yang dilakukan tim Media Center Kominfo Kota Bengkulu belum lama ini.

Hasil investigasi tim MC Kominfo Kota Bengkulu sebelumnya, memang ditemukan ada beberapa anak yatim yang kurang mendapat perhatian dari orangtua asuhnya karena kelalaian dari beberapa pejabat.

Namun sekarang para pejabat sudah menaruh perhatian lebih kepada anak asuh.

Demikian disampaikan Kabag Bina Kessos Pajrul Apandi saat diwawancarai, Selasa (18/5/2021) terkait progres dan hasil evaluasi program GPY.

“Sejak adanya investigasi dari media center dan juga berdasarkan hasil evaluasi kami, Alhamdulillah program GPY sudah berjalan dengan baik. Tidak ada lagi pejabat yang mengabaikan atau lalai dengan anak asuh mereka,” ujar Pajrul.

Sejauh ini juga tidak ada keluhan atau pengaduan dari anak-anak yatim terhadap orangtua asuhnya.

Artinya saat ini anak yatim sudah mendapatkan perhatian yang wajar dari orangtua asuh mereka.

“Sekarang perhatian pejabat terhadap anak asuh mereka sangat luar biasa. Kalau selama ini memang kita akui agak kendor dan pejabat agak lalai. Sekarang, semangatnya bagus lagi,” kata Pajrul.

Bahkan beberapa pejabat ada yang menaikkan atau menambah uang santunan kepada anak asuh mereka yang misalnya semula hanya Rp 100 ribu per anak menjadi Rp 200-250 ribu per anak.

Lebih dari itu, kadang pejabat juga memberikan sembako, baju lebaran dan keperluan sekolah.

“Apalagi momentum lebaran, rata-rata orangtua asuh datang ke rmh anak asuhnya atau anak asuhnya diundang ke rumah merayakan lebaran bersama. Saya pikir memang perlu ada evaluasi dan investigasi untuk program GPY ini minimal 3 bulan sekali,” ujar Pajrul yang juga mempunyai 2 orang anak asuh yang tinggal di Kelurahan Bumi Ayu.

Sumber : Media Center Kominfo Kota Bengkulu

Pewarta : Helentri Septiana

Komentar

BERITA LAINNYA