oleh

Kapolres Kaur Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

BINTUHAN – menyikapi makin maraknya tindak kejahatan dengan modus Hipnotis yang terjadi di Kabupaten Kaur seperti yang terjadi kemarin (Rabu, 17/02/21) terhadap korban Ariani (34) warga Desa Bakal Makmur Kecamatan Make Kabupaten Kaur, Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Dwi Agung Setyono SH SIK meminta Masyarakat Kabupaten Kaur untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kapolres Kaur mengungkapkan akibat menjadi kejahatan hipnotis tersebut, korban harus kehilangan satu unit Hp merek samsung dan dua anting emas seberat 1 gram.

“ Saat ini aksi kejahatan hipnotis mulai menyasar para ibu-ibu rumah tangga ini, untuk itu kita minta warga agar lebih waspada dan jangan mudah percaya dengan orang yang baru kita kenal,” kata Kapolres Kaur kemarin (Kamis ,18/2/21).

Kapolres Kaur mengatakan , pelaku hipnotis biasanya memang dikenal licin dan banyak para korbannya tidak sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran kejahatan.

Karena saat kejahatan terjadi korban sedang berada di bawah pengaruh hipnotis, mereka pun kadang tidak bisa mengingat wajah pelaku sehingga menyebabkan Polisi kesulitan dalam melakukan pengejaran karena kehilangan jejak.

“Modus pelaku hipnotis ini berbagai macam cara dan biasanya pelaku mengincar warga terlihat agak lengah sehingga mudah terhipnotis. Mereka biasanya membidik perempuan menggunakan perhiasan mencolok dan pemilik warung-warung, terakhir ini mudos pelaku berpura akan memberikan bantuan BLT,” terangnya.

Kapolres menambahkan, selama kurun waktu satu bulan terakhir ini sudah ada dua warga Kaur yang menjadi korban hipnotis.

Dan dari data yang dimiliki kejadian pertama awal Februari lalu yang dialami Okta Maya Citra (24), Warga Desa Cahaya Negeri Kecamatan Luas Kabupaten Kaur, yang mengalami kerugian uang Rp 300 ribu dan beberapa isi warung manisan miliknya raib setelah dirinya dihipnotis oleh tiga orang wanita tak dikenal.

Dan yang terakhir terjadi Rabu (17/2) dialami Sriani (34) warga Desa Bakal Makmur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.

Dimana akibat menjadi kejahatan hipnotis itu, korban harus kehilangan satu unit Hp merek samsung dan dua anting emas seberat 1 gram.

“ Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas Para pelaku hipnotis, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat kami tangkap. Sekali lagi kita selalu minta masyarakat agar lebih waspada jangan sampai jadi korban, karena pelaku hipnotis ini masih bergentayangan,” Pungkas Kapolres Kaur.

Editor    : Helentri

Sumber : Tribratanewsbengkulu.com

Komentar

BERITA LAINNYA