Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Kondisi Jalan Air Meles Atas Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong, semakin memprihatinkan.
Lubang besar sedalam 40 cm, yang kerap membahayakan pengguna jalan, kini makin melebar dan nyaris memenuhi badan jalan.
Kondisi yang makin memburuk itu, membuat beberapa kendaraan Roda empat jenis truck, harus extra hati-hati dan terpaksa mengantri melewati jalan tersebut.
Ironisnya, walaupun kondisi jalan sudah sangat mengganggu, hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah.
“Kerusakannya sudah lama, tapi kali ini makin parah. Kalau hujan, ada genangan air bak kolam sangat mengganggu. Tadi aja macet parah dijalan itu. Puluhan truck bingung memilih jalur yang aman dilalui. Hingga ahirnya, puluhan truck terpaksa mengantri dan extra hati-hati melawati jalan yang sudah seperti kubangan kerbau tersebut.” Ujar Widodo, warga Desa Air Meles Atas, dengan nada kesal terkait lambannya penanganan oleh pemerintah, Selasa (4/3/2025).
Dikatakan Widodo, kerusakan jalan ini pertama kali muncul pada awal tahun 2024, dan semakin memburuk akibat cuaca ekstrem serta kurangnya pemeliharaan dari pemerintah.
“Sudah sering kami protes, tapi tidak ada tanggapan dari pemerintah. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini, apalagi banyak ASN dan warga lainnya yang lewat sini. Kalau bisa, drainasenya juga diperbaiki, supaya air tidak lagi meluap ke jalan,” ujarnya.
Pantauan mediabengkulu.co, lubang sedalam 40 cm yang beberapa waktu yang lalu dikeluhkan warga setempat. Sekarang terlihat hampir memenuhi ruas jalan.
Kondisi jalan yang licin dan berkerikil sering kali membuat pengendara nyaris terjatuh. Kondisi itu membuat pengendara sulit untuk melintasi jalan tersebut.
Warga setempat, Erwan, berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki Jalan Air Meles Atas secepatnya, sebelum kerusakan itu menimbulkan korban jiwa.
“Sebelum jalan ini menimbulkan korban jiwa. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya. Ini tidak hanya demi keselamatan, tetapi juga demi kenyamanan warga dan pengguna jalan yang setiap hari melewati jalan tersebut,” pungkasnya.
Laporan: Yurnal. //Editor: Helen