Insan Pers dan PPWI Bengkulu Jalin Silaturahmi dengan PKPB Cengkareng, Perkuat Persatuan Perantau Minang

Bersilaturahmi dengan Ketua DPD Perkumpulan Keluarga Perantau Bungus Cengkareng, Jakarta Barat, Syafei Koto, Rabu (12/11/2025). (Foto: ist)

Jakarta Barat, mediabengkulu.co – Insan pers Kaperwil Sumatera Barat Frengki dan Sami, bersama anggota PPWI Bengkulu Hidayat Saleh, bersilaturahmi dengan Ketua DPD Perkumpulan Keluarga Perantau Bungus Cengkareng, Jakarta Barat, Syafei Koto, Rabu (12/11/2025).

Pertemuan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat solidaritas perantau Minang di Ibu Kota.

Ketua PKPB Cengkareng, Syafei Koto, menyebut organisasi ini telah berdiri sejak 2012 dan tetap aktif hingga kini.

“PKPB hadir untuk mempererat sesama perantau dan membantu anak rantau, baik dalam acara suka maupun duka,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila ada anggaran lebih, PKPB juga ikut berkontribusi untuk pembangunan di kampung halaman.

Selain sebagai wadah sosial, PKPB berperan menjaga adat dan budaya Minang di perantauan.

“Melalui perkumpulan ini, kita melestarikan nilai ‘raso jo pareso’ agar budaya Minang tetap hidup di tanah rantau,” kata Syafei.

Ia berharap PKPB terus berkembang hingga tingkat nasional, bahkan mancanegara.

“Kami juga berharap dukungan dari Pemerintah Kota Padang dan Pemprov Sumbar untuk memperkuat kiprah PKPB,” tambahnya.

Sementara itu, Hidayat Saleh, dari PPWI Bengkulu mengapresiasi dedikasi Syafei Koto.

“Meski sibuk dan memiliki tanggung jawab besar, beliau tetap tulus melayani sesama perantau. Wadah seperti PKPB sangat membantu masyarakat baru di rantau,” ucapnya.

Ketua Kaperwil Sumbar, Frengki M. juga menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan melestarikan nilai budaya Minang di perantauan.

“Semangat membantu anak rantau dan menjaga marwah Ranah Minang patut menjadi teladan,” ujarnya.

Pertemuan hangat di Cengkareng ini menjadi bukti kuatnya ikatan antarperantau Minang di Jakarta.

Semangat kebersamaan ini diharapkan terus hidup, “tidak lapuk dek hujan, tidak lekang dek paneh” dan menjadi contoh bagi perantau Minang di seluruh Indonesia. (Wisky)