oleh

Industri Pertahanan Harus Mandiri Dan Kuat, Waka DPD RI Dukung Holding BUMN 

Jakarta – Atas rencana dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ingin membentuk Perusahaan Induk/Holding BUMN Pertahanan mendapatkan dukungan dari Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. Menurutnya melalui keterangan resmi Rabu (31/03/2021) langkah ini patut diapresiasi.

“Saya sependapat bahwa holding ini penting dilaksanakan oleh Kementerian BUMN. Sebab langkah ini akan membawa efisiensi secara kelembagaan yakni untuk penguatan keuangan perusahaan. Dengan aset hingga modal yang dikonsolidasikan dipercaya BUMN-BUMN bisa semakin kuat”, ujarnya.

Selain itu, senator muda tersebut juga berharap selain efisiensi, bahwa holding yang akan dilakukan ini dapat membawa terobosan-terobosan baru, inovatif serta memiliki keunggulan. Maka juga penting untuk dapat membangun sinergisitas antar pelaku industri pertahanan yang terintegrasi.

“Dengan diletakkannya industri pertahanan dibawah satu naungan perusahaan pasti dapat menghasilkan peluang untuk menciptakan terobosan dan produk yang lebih unggul terbuka luas karena antarbadan usaha milik negara bidang pertahanan dapat saling berkolaborasi merancang produk unggulan karya anak bangsa”, tambahnya.

Adapun menurut pemerintah bahwa tujuan dilakukannya (holding) dari tiga perusahaan PT Pindad, PT Dahana, dan PT Len agar terbangun kerjasama antar produk defense (pertahanan) Indonesia itu bisa punya satu dapat menghasilkan produk unggulan.

PT Dahana merupakan badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang produksi alat peledak, sementara PT Len Industri (Persero) merupakan BUMN yang bergerak pada bidang produksi alat elektronik skala industri.

Industri pertahanan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kekuatan pertahanan suatu negara, terlebih pada era modern sekarang ini, lanjut Sultan. Jadi sudah menjadi tuntutan agar setiap negara memiliki industri pertahanan yang maju dan diharapkan produk-produknya memiliki keunggulan yang disegani dan tidak dimiliki negara lain.

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut juga menyampaikan bahwa kekuatan pertahanan suatu negara akan lebih mumpuni bila ditunjang dengan kemampuan negara tersebut memproduksi berbagai macam sarana dan prasarana pendukung pertahanan melalui industri pertahanan yang dimilikinya sendiri dan tidak tergantung oleh pihak luar.

“Bagi Indonesia, upaya membangun kembali industri pertahanan merupakan kebijakan yang tak terelakkan. Kebutuhan menjaga teritori, proyeksi ancaman masa depan, dinamika politik-keamanan di kawasan, dan menumbuhkan kebanggaan nasional adalah beberapa faktor strategis yang harus dikaji secara aktual serta menyeluruh, dan sudah waktunya bangsa Indonesia menguatkan kembali arah untuk mencapai kemandirian didalam industri pertahanan”, tutupnya.

Rencananya, sebagaimana disampaikan oleh salah satu pejabat Kementerian BUMN minggu ini, PT Len Industri (Persero) akan menjadi perusahaan induk yang membawahi PT Pindad, PT Dahana, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (DI).

Holding BUMN Industri Pertahanan itu nantinya akan diberi nama Defence Industry Indonesia (DEFEND ID). Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan perusahaan induk itu akan terbentuk pada akhir 2021.

Komentar

BERITA LAINNYA