oleh

Guru Inspiratif Dapat Memberikan Keajaiban Bagi Muridnya

MediaBengkulu.co – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah  menghadiri sekaligus membuka secara resmi Workshop Nasional Pembelajaran Sains Technologi Engineering, Art and Mathematics (STEAM) di Taman Kanak-Kanak, yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), di Gedung Serba Guna Pemprov Bengkulu, Selasa (11/2/2020).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua IGTKI Provinsi Bengkulu, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Kepala BPSDM Provinsi, perwakilan dari Kemendikbud RI serta para guru TK -Provinsi Bengkulu.

Dalam arahannya, Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah mengatakan Workshop pembelajaran bagi anak-anak TK ini bagus untuk pengetahuan bagi anak secara dini.

Namun, jelas Gubernur Rohidin, anak-anak umur 0 – 6 tahun pada prinsipnya sebaiknya diajarkan dan dilatih adalah emosionalnya, kemandiriannya serta mengenal lingkungannya, agar kedekatan emosional anak dengan orangtuanya dapat selaras.

“Sesunguhnya, essensi dari sebuah pendidikan itu adalah ukurannya menguasai pengetahuan itu sendiri, terukur kemampuannya, ada nilai-nilai pengetahuannya,” sebut Gubernur Rohidin.

Ketua PGRI Provinsi Bengkulu Prof Sudarwan Danim mengatakan, seorang guru harus memiliki inspiratif yang dapat memberikan keajaiban bagi muridnya.

“Kita memberikan inspirasi kepada anak-anak sekarang, akan berdampak bagi anak tersebut sepuluh- dua puluh tahun akan datang,” sebut Sudarwan.

Ketua IGTKI Provinsi Bengkulu Wisna menyampaikan, perkembangan teknologi tentu memberikan dampak baik untuk mengetahui seluk-beluk dunia dan mempermudah interaksi dari beragam pengajaran.

Dalam dunia pendidikan, kata Wisna, digitalisasi sebagai bentuk evektifitas pengajaran. Produk digital untuk mempermudah pengajaran atau sebagai alat bantu ajar sehingga guru lebih mudah mengajarkan disiplin ilmu.

Pendidikan usia dini juga turut didigitalisasi guna membantu membentuk karakter anak melalui pengajaran yang menampilkan citra bermain sambil belajar. Konsep pendidikannya tetap mempertahankan Calistung (membaca menulis dan berhitung) tanpa menghilangkan zona bermain anak-anak.

“Baca-hitung itu melalui digital. Kita sampaikan pelajaran dengan menonton bersama, kemudian ada juga pelajaran mewarnai dengan digital tanpa menghilangkan konsep bermain,” jelas Wisna.

Media Center Pemprov Bengkulu

Komentar

BERITA LAINNYA