oleh

GSPI Bengkulu Kecam Biaya Daftar Ulang SMKN 1 Kota Bengkulu

 

Mediabengkulu.co –Memasuki tahun ajaran baru sejumlah orangtua siswa SMKN 1 Kota Bengkulu mengeluhkan  biaya daftar ulang sekolah. Mereka harus merogoh kocek hingga ratusan Ribu rupiah agar anaknya dapat mengecap bangku pendidikan. Padahal Presiden Jokowi sudah menegaskan bahwa tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun di sekolah.

Para orangtua siswa yang ditemui DPD GSPI Provinsi Bengkulu Melalui ketua nya Jonson manik mengeluhkan biaya daftar ulang sekolah. Mereka menilai, biaya daftar sekolah itu kemahalan, apalagi  tunggakan komite kls X atau tahun ajaran lalu juga harus dilunasi.

Pihak sekolah mengakui benar keluhan orang tua siswa tersebut, saat dikonfirmasi ketua DPD GSPI provinsi bengkulu Jhonson Manik.
”dalam waktu dekat kami akan  menyurati Gubernur Bengkulu, Polda Bengkulu dan Kejati Bengkulu supaya meninjau kembali keputusan pihak sekolah,”ujar jonsn manik.

Jonson Manik menjelaskan bahwa sudah saat nya sekolah negeri menghentikan segala bentuk pungutan yang memberatkan orang tua siswa, karena Sekolah Negeri memiliki Gedung Punya Negara, ASN di gaji Negara, BOS, BOP dan lain nya di berikan Negara demi mencerdaskan Anak Bangsa.

“yang paling lucunya komite sudah di tagih sekolah sedangkan rapat komite belum di laksanakan,” Jelas Jonson Manik dengan nada geram.

Manik Berharap Pihak sekolah harus memahami ekonomi masyarakat saat ini dampak Pandemi Covid-19, pendidikan Vacum mulai 16 Maret 2020 dana BOS, BOP semua berjalan berarti ada dana pendaftaran dan penerimaan siswa baru saat ini.

“Perlu di pertanyakan juga ASN di Gedung Fasilitas Negara mereka menarik duit dari masyarakat ada masuk PAD atau tidak atau PPN penarikan tersebut, sebab parkiran di tarik Rp 1000, ada PAD nya jadi harus jelas dan PPN nya,” Kecam manik dengan nada kesal.

Jonson Manik Ketua GSPI Bengkulu meminta seluruh lapisan masyarakat jangan takut melaporkan ke kantor GSPI terdekat supaya selalu di bahas sebelum masuk ke ranah pidana.(GSPI)

Komentar

BERITA LAINNYA