Jakarta, mediabengkulu.co – Usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2), Choirul Huda dan Rahmadi sah menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko periode 2025-2030.
Kepala Sub Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko, Fajri Dinata, mengatakan prosesi pelantikan hari ini berjalan dengan lancar sesuai dengan protokol kenegaraan.
Setelah mengucapkan sumpah dan janji jabatan, acara dilanjutkan dengan pemasangan tanda pangkat jabatan dan penyerahan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri.
“Setelah itu Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko menandatangani pakta integritas,” ungkap Fajri Dinata.
Berikut visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko periode 2025-2030
VISI
“Kerja Bersama Menuju Mukomuko Maju”
a) Kerja bersama bermakna: memiliki semangat dan komitmen kuat untuk melibatkan partisipasi publik semaksimal mungkin.
Tanpa melihat latar belakang etnis, agama, adat istiadat, latar belakang pekerjaan dan pendidikan dalam proses perencanaan pembangunan serta akselerasi pembangunan berkelanjutan.
Kerja bersama juga memiliki makna pelibatan secara aktif kalangan pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
Tanpa melihat latar belakang kesukuan, pelibatan perguruan tinggi/akademisi, tokoh masyarakat, praktisi, ASN afiliasi dengan kandidat kontestasi Pilkada, sektor swasta dan segenap stakeholder di Kabupaten Mukomuko.
Untuk menggerakkan pembangunan Kabupaten Mukomuko membutuhkan peranserta dan partisipasi publik secara total dalam bentuk gotong-royong atau kerja bersama.
Tanpa semangat gotong-royong dan konsep kerja bersama, mustahil pembangunan dapat berjalan dengan baik.
b) Maju memiliki makna: sebuah kondisi masyarakat yang berkeadilan, distribusi kebijakan pembangunan yang merata, makmur, gemah ripah loh jinawi, berkecukupan sandang pangan, sehat jasmani dan rohani serta berpengetahuan.
MISI
- Penguatan reformasi birokrasi dan peningkatan kapasitas aparatur birokrasi.
- Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan keagamaan.
- Pembangunan infrastruktur untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat (komoditas kelapa sawit sebagai produk unggulan).
- Peningkatan pembangunan industri hilirisasi untuk membuka lapangan pekerjaan dan memberikan nilai tambah pendapatan masyarakat.
- Peningkatan kemandirian desa.
Laporan: Wisma // Editor: Sony