Mediabengkulu.co – Dalam hidup, kita sering kali menghadapi situasi di mana kebaikan yang kita berikan tidak mendapat apresiasi yang layak.
Kita sudah berusaha membantu dengan tulus, tetapi justru mendapat sikap acuh atau bahkan dimanfaatkan.
Hal ini tentu bisa menimbulkan rasa kecewa dan membuat kita bertanya-tanya, apakah masih perlu berbuat baik?
Namun, jangan biarkan pengalaman buruk ini mengubah nilai-nilai baik dalam diri kita.
Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak agar tetap menjaga harga diri tanpa kehilangan prinsip kebaikan.
Berikut lima langkah tepat yang bisa kita lakukan saat menghadapi orang yang tidak menghargai kebaikan kita.
1. Tetap Tenang dan Jangan Terbawa Emosi
Wajar jika kita merasa marah atau kecewa ketika kebaikan kita tidak dihargai. Namun, bereaksi dengan emosi yang berlebihan hanya akan memperburuk keadaan. Sebaliknya, cobalah untuk tetap tenang dan berpikir jernih.
“Jangan biarkan sikap orang lain mengontrol emosi kita. Ketenangan adalah bentuk kekuatan diri,” ujar seorang ahli psikologi, mengingatkan bahwa mengendalikan perasaan dapat membantu kita mengambil keputusan yang lebih baik.
Dengan bersikap tenang, kita bisa menilai situasi dengan lebih objektif.
Mungkin orang tersebut tidak berniat buruk, hanya tidak terbiasa mengungkapkan rasa terima kasih.
Dengan begitu, kita tidak perlu terlalu larut dalam kekecewaan.
2. Tetapkan Batasan dan Jangan Mudah Dimanfaatkan
Berbuat baik bukan berarti kita harus selalu memberikan segalanya tanpa batas.
Jika kita terus memberi kepada orang yang tidak menghargai, kita bisa kehilangan energi dan waktu untuk hal yang lebih bermanfaat.
Mulailah menetapkan batasan dengan tegas namun tetap santun. Jika seseorang terus meminta bantuan tanpa menghargai usaha kita, tidak ada salahnya untuk mengambil langkah mundur dan fokus pada hal lain yang lebih berarti.
3. Pahami Situasi dari Sudut Pandang yang Berbeda
Kadang, seseorang yang tampak tidak menghargai kebaikan kita bukan berarti mereka sengaja melakukannya.
Bisa jadi mereka memiliki masalah sendiri atau tidak terbiasa mengekspresikan rasa terima kasih.
Cobalah untuk melihat dari perspektif mereka. Jika memang mereka tidak memiliki niat buruk, maka kita tidak perlu merasa terlalu tersinggung.
Dengan memahami situasi, kita bisa lebih mudah melepaskan rasa kecewa dan tetap bersikap positif.
4. Jangan Takut Mengatakan “Tidak”
Bersikap baik bukan berarti harus selalu mengatakan “iya” pada semua permintaan. Jika kita merasa seseorang hanya memanfaatkan tanpa menghargai, beranilah untuk menolak dengan tegas.
Mengatakan “tidak” bukan berarti kita berhenti menjadi orang baik. Sebaliknya, ini adalah bentuk menghargai diri sendiri.
Dengan menetapkan batasan, kita juga mengajarkan orang lain untuk lebih menghormati kita.
5. Tetap Berbuat Baik dengan Bijaksana
Meskipun ada orang yang tidak menghargai kebaikan kita, jangan biarkan itu menghalangi kita untuk tetap berbuat baik.
Ingatlah bahwa kebaikan sejati tidak membutuhkan pengakuan, dan energi positif yang kita sebarkan akan kembali dengan cara yang tidak terduga.
“Jangan berhenti berbuat baik hanya karena seseorang tidak menghargainya. Dunia ini masih penuh dengan orang baik yang membutuhkan kebaikanmu,” ujar seorang motivator terkenal.
Fokuslah untuk berbagi dengan orang yang benar-benar menghargai dan membutuhkan. Dengan begitu, kita tetap bisa menyebarkan kebaikan tanpa merasa kecewa.
Tidak semua orang akan menghargai kebaikan yang kita berikan, tetapi hal itu bukan alasan untuk berhenti menjadi pribadi yang baik.
Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. Tetap tenang, tetapkan batasan, pahami sudut pandang orang lain, berani berkata tidak, dan teruslah berbuat baik dengan cara yang lebih bijaksana.
Dengan begitu, kita bisa menjaga hati tetap ringan dan tetap menjadi pribadi yang positif. (**)
Sumber: Fimela.com