Berantas Narkoba Tak Cukup Dengan Pemerintah, Harus Ada Peran Masyarakat

Berantas narkoba (dok.mc)

Bengkulu, mediabengkulu.co – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri membuka secara resmi rapat koordinasi pemetaan program pemberdayaan masyarakat.

Acara diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu, di GTC Poltekes, Rabu (12/6/2024).

Usai membuka Rakor, Isnan mengatakan narkoba itu mampu merusak mental masyarakat terlebih lagi generasi muda serta merusak sendi-sendi kehidupan.

Saat ini tercatat sebanyak 1,30 persen dari total penduduk Provinsi Bengkulu atau sebanyak 19.698 orang pernah menggunakan narkoba.

Untuk itulah, kata Isnan, perlu upaya yang masif secara bersama-sama menanggulangi bahaya narkoba.

Serta kolaborasi dan gerakan bersama antar seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

“Jika semua elemen masyarakat diberdayakan bergerak dengan satu tujuan bersama-sama, maka mudah-mudahan upaya menekan dan meminimalisir penyebaran narkoba dapat kita lakukan,” kata dia.

Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong semua kegiatan yang bertujuan untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Seluruh kegiatan akan disupport penuh oleh pemerintah, seperti satgas anti narkoba sekolah.

“Begitupun dengan surat edaran dan imbauan kepada seluruh pegawai tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” ucap dia.

Sementara dalam laporan panitia penyelanggara, pemetaan daerah rentan dan rawan narkoba yang dilakukan BNNP Bengkulu, terdapat  34 kelurahan/desa di Provinsi Bengkulu, yang rentan dan rawan narkoba.

Fakta dan data ini, kata Plt. Kepala BNNP Bengkulu, Suraidah, menunjukkan fonemena penyalahgunaan narkoba yang telah memakan korban cukup masif dan sistematis serta merusak kehidupan masyarakat.

“Dari data tersebut, tidak ada satupun wilayah di Indonesia terbebas dari masalah narkoba begitupun di Provinsi Bengkulu,” terang Suraidah.

Untuk mengatasi hal itu, perlu adanya sinergi dan kerja sama dari semua komponen bangsa untuk memerangi fenomena penyalahgunaan narkoba.

Baik itu dari instansi pemerintah, BUMN/BUMD, pihak swasta, lembaga pendidikan serta tokoh masyarakat sangatlah krusial dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Rakor ini salah satu bentuk upaya preventif penyebaran informasi dan edukasi ke masyarakat tentang pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba di tengah masyarakat,” kata dia. (MC)

Editor : Sony