oleh

Bendera Merah Putih di Kantor Desa Tak Diturunkan Prajurit Kodim 0423 BU Naik Pitam

TANJUNG AGUNG PALIK, – Kemarahan Praka Siswanto memuncak usai mengetahui bendera Kantor Desa Lubuk Pendam, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, tak kunjung diturunkan hingga tengah malam, Sabtu (24/4/2021).

Kemarahan ini merupakan puncak setelah peringatan pertama dan kedua yang disampaikan, dinilai tak diindahkan otoritas Pemerintah Desa setempat.

Simbol Negara ini tetap berada diruang bendera bahkan setelah masyarakat melaksanakan solat tarawih.

Dibantu personil Bhabinkamtibmas dari Kepolisian Sektor Air Besi, Aipda Oman, bendera diturunkan oleh dua alat Negara ini sekira pukul 22.10 WIB.

Bendera diturunkan oleh keduanya dari tiang depan Kantor Desa yang tak dilengkapi dengan penerangan.

“Ini sudah diperingatkan berulang kali. Masih juga, kemaren bendera usang masih juga dipasang. Ini dipasang tapi tidak pernah diturunkan. Mana penghargaan terhadap lambang Negara,” berang Babinsa Koramil 423-05 Kerkap, Praka Siswanto.

Siswanto mengatakan, Merah Putih memiliki kedudukan khusus sebagai identitas kebangsaan yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 35 yang berbunyi, Bendera Negara Indonesia ialah sang Merah Putih.

Tidak diturunkannya lambang Negara sesuai aturan merupakan pembelajaran buruk bagi masyarakat tentang kecintaan terhadap NKRI.

Sementara itu, saat disambangi kediamannya, Kepala Desa Lubuk Pendam Hermantoni mengatakan, kejadian ini merupakan kelalaian dari perangkat Desanya.

Meski telah menetapkan petugas yang bertanggungjawab atas pemasangan dan penurunan bendera, namun diakuinya tugas yang diemban kepada perangkatnya tidak berjalan dengan baik.

“Sudah ada kak petugasnya, kami gaji, namun tidak berjalan dengan baik, itu adalah kelalaian kami. Kami memohon maaf atas kejadian ini. Terkait tak adanya penerangan di kantor Desa, hal ini lantaran listrik di kantor desa kami sempat tersambar listrik dua Minggu lalu. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari petugas PLN,” ujar Hermantoni.

Komentar

BERITA LAINNYA