Dempo Minta PT Pamor Ganda Bebaskan Warga yang Ditangkap

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler SIP MAP

BENGKULU, mediabengkul.co  – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler SIP MAP meminta para pihak untuk mematuhi kesepakatan yang telah ditanda tangani bersama, PT Pamor Ganda tidak ingkar janji atas kesepakatan yang telah dibuat.

Dempo menjelaskan bahwa pada Selasa, 26 Juli 2022 lalu, seluruh pihak terkait telah menandatangani nota kesepakatan bersama yang langsung difasilitasi gubernur. Salah satu poin kesepakatan itu adalah 5 orang warga yang saat ini ditahan akan dibebaskan melalui upaya hukum restorative justice.

“Dalam tempo 2 hari saudara-saudara kita yang saat ini masih ditahan akan dibebaskan melalui mekanisme restorative justice. Namun, sampai hari ini, informasi yang kami terima dari teman-teman LIRA, 5 orang warga itu belum dibebaskan” kata Dempo, Kamis, (28/07/2022).

Dempo juga mendesak PT Pamor Ganda berkomunikasi dengan kepolisian untuk segera membebaskan masyarakat yang ditangkap dalam konflik tersebut.

“Kita meminta pihak PT Pamor Ganda untuk segera berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk segera membebaskan masyarakat yang ditanggkap,” kata Dempo.

Pembebasan warga yang ditangkap ini masuk dalam poin ke 2, kesepakatan yang berbunyi ‘Warga yang ditangkap akan dibebaskan paling lambat dua hari sejak kesepakatan itu dibuat’.

Politisi PAN ini minta investasi ini berpihak pada masyarakat. Pemerintah Provinsi Bengkulu terutama masyarakat sekitar tidak banyak warga hanya menuntut haknya sesuai undang-undang (UU). ”Maka 20 persen untuk dikembalikan ke masyarakat sekitar yang digunakan untuk pasum, pemakaman kemudian pemukiman warga, plasma dan kas desa,” tambahnya.

Dempo menegaskan semua pihak harus menghormati imbauan yang diberikan oleh Gubernur Bengkulu.

“Kita harus menghormati imbauan gubernur. PT Pamor Ganda mesti tidak boleh ada aktifitas apapun di dalam perusahaan itu. Pengerjaan apapun, memanen apa lagi melakukan replanting, sampai semua kesepakatan tertulis antar pihak Pamor Ganda, pihak masyarakat, dan pihak NGO dalam hal ini Lira, dan pemprov dijalankan,” ungkapnya. (hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.