Dua Senator Bengkulu Dorong Pengembangan Wisata Eks Tambang Emas Lebong Tandai

Senator Bengkulu saat menerima kunjungan Bupati Lebong beserta kepala Bappeda dan beberapa Kepala Dinas di gedung DPD RI Jakarta, Selasa (25/01).

JAKARTA, mediabengkulu.co – Kawasan area bekas tambang menjadi daya tarik wisata yang patut dikembangkan oleh pemerintah di banyak daerah. Salah satunya adalah bekas tambang emas tertua peninggalan Kolonial Inggris dan Belanda di Kabupaten Rejang Lebong, provinsi Bengkulu.

“Keberadaan warisan sejarah ekonomi dan Industri yang bernilai tinggi ini tidak hanya menjadi area tambang emas, namun juga merupakan kawasan kota bawah tanah yang cukup penting dan terkenal di masanya. Dan Kami berkomitmen untuk mendorong kawasan ini menjadi ikon wisata sejarah kelas dunia”, ujar Senator Ahmad Kennedy sesaat setelah menerima kunjungan Bupati Lebong beserta kepala Bappeda dan beberapa Kepala Dinas di gedung DPD RI Jakarta pada Selasa (25/01).

Menurutnya, pengembangan kawasan wisata sejarah sangat penting bagi masa depan generasi penerus bangsa dalam memahami masa lalu bangsanya. Oleh karenanya kami bersama wakil ketua DPD RI Sultan B Najamudin bersepakat untuk mendorong pemerintah melalui kementerian pariwisata untuk membenahi dan mengembangkannya menjadi salah satu heritage dunia yang diakui UNESCO.

“Tujuannya adalah bagaimana menjadikan kawasan ini menjadi ikon wisata kelas dunia. Sehingga sangat diperlukan kajian awal yang komprehensif oleh pemerintah daerah Kabupaten Lebong”, ungkap mantan wali kota Bengkulu itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa industri pariwisata dengan tema hutan alam dan sejarah yang unik akan menjadi primadona di masa depan. Apalagi dengan bantuan teknologi digital saat ini, semuanya bisa dipromosikan secara langsung.

“Kami optimis apa yang menjadi harapan pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Lebong akan disambut baik oleh pemerintah pusat. Namun kerjasama pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan dalam menyiapkan kajian potensi dan peluang wisata secara detail”, tutupnya. (Hln/dpd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.