Banner dprmukomuko

Buka MUSDA DPP REI 2019,Rohidin Minta Perhatikan DED Agar Tidak Bermasalah

MEDIABENGKULU.COGubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka langsung Musyawarah Daerah (Musda) DPP Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu 2019 di Grage Horizon Hotel, Senin(24/06/2019).

Rohidin Mersyah mengatakan pertumbuhan industri perumahan saat ini maju sangat pesat dalam beberapa tahun ini. Kedepan harus ditingkatkan, sehingga menjadi lebih besar dan bersinergi untuk mendorong kemajuan perekonomian daerah.
“Untuk sejauh ini, kinerja REI sangat memberikan manfaat bagi masyarakat Bengkulu dan lupa perhatikan hak masyarakat. Rumah adalah kebutuhan dasar kita, didalamnya terdapat energi yang kuat walaupun itu rumah sederhana, jika nyaman indah, dan bersih kita betah untuk menempatinya,” ujarnya usai membuka Musda REI 2019

Llanjutnya, Rohidin berpesan para pelaku pengembang industri perumahan (developer) perlu memperhatikan lokasi perumahan, sesuaikan Detail Engginering Desain (DED) tata ruangnya serta pastikan dokumen administratifnya legal agar agar tidak muncul masalah di kemudian hari.

“Harapannya semoga pengurus DPD REI Bengkulu yang baru nantinya membuat program kerja yang lebih baik. Penentuan lokasi pembangunan perumahan perlu harmonisasi kepada lingkungan, agar terkesan tidak asal bangun. Perhatikan sistem drainase, bagi perumahan yang lokasinya rawan agar kendala banjir tidak kembali melanda,” ujarnya

Sekjen DPP REI Totok Lusida juga menjelaskan, seiring waktu harga perumahan mengalami kenaikan, sekarang saja untuk rumah tipe 36 bernilai 140 juta rupiah. Bisnis properti ini ada tujuh pilar mulai dari penempatan lokasi, tata ruang, lingkungan sampai dengan masalah perizinan yang selalu dipantau Pemerintah Daerah. Ini terbukti dengan OSS bisa naik tiga kali lipat dengan nilai investasi dari Rp. 800 milyar menjadi Rp. 2,4 triliun.

Untuk daerah rawan bencana seperti gempa dan lainnya menjadi perhatian agar konstruksinya ditingkatkan. Sedangkan untuk rawan banjir, kita juga tekankan kepada pengembang agar memperhatikan tata ruang dan dalam memakai jasa konsultan jangan yang bersifat “copy paste”,” terangnya.

Ketua DPD REI Bengkulu Taman juga berjanji atas nama organisasi akan menindak lanjuti sesuai yang disarankan Gubernur Bengkulu soal tata ruang dalam pembangunan perumahaan untuk masyarakat. Sehingga diharapkan bisa terhindar dari hal yang tidak diinginkan, seperti banjir, gempa dan lain sebagainya.

Kita juga minta Pemda menetapkan tata ruang yang diperbolehkan dan tidak dalam membangun perumahan. Dengan adanya tata ruang tersebut, kita mengetahui lokasi yang layak dan tidak dalam membangun perumahan, tutupnya.

Pewarta : Trisno Susilo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.