oleh

20 Ribu Anak SD Divaksin, Wali Murid Berhak Menolak

SELUMA, mediabengkulu.co –  Pemerintah kabupaten Seluma Sejak dua hari terakhir mulai menyasar  kalangan anak usia 6-11 tahun untuk divaksin covid 19. Hal tersebut menyusul keputusan resmi dari kementrian Kesehatan tentang vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dan surat edaran dan dasar hasil keputusan rapat satgas Covid 19 pada tanggal 24 Desember lalu. Plt Kepala Dinas Pendidikan Seluma Supratman MM melalui Kabid SD Kusuma Rofiantoni S STP, M.SI mengatakan vaksinasi terhadap anak usia 6- 11 tahun ini guna merefleksi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang menjadi terobosan di masa pandemi.

” Vaksinasi dilaksanakan di sejumlah titik sekolah dengan jadwal yang ditentukan, ada sekitar 20.900 anak usia 6-11 tahun yang menjadi target sasaran vaksin,” ujar Kabid SD, Kusuma Rofiantoni,S.STP, M.SI, Senin (27/12).

Melalui hasil rapat tim satgas covid, Pihaknya mengimbau agar koordinator wilayah, Pengawas dan Kepala Sekolah untuk mempersiapkan Peserta didik 6-11 tahun untuk mengikuti vaksinasi dengan ketentuan, vaksinasi covid 19 wajib diberikan kepada anak usia 6-11 tahun. Untuk akurasi data pelaksanaan screening anak usia 6-9 tahun wajib didampingi orang tua atau wali murid, membawa foto copy kartu kepala keluarga atau Kartu Identitas Anak, nomor handphone orang tua atau wali murid. Membawa surat pernyataan bersedia di vaksin yang ditanda tangani orang tua atau wali murid.

” Untuk surat pernyataan dari orang tua atau wali murid itu sifatnya tidak wajib. Boleh menolak. Kami sifatnya hanya mengimbau,” ujar Kabid SD.

Ia mengakui, adanya program vaksinasi untuk anak menimbulkan kecemasan bagi masyarakat.

” Jika ada orang tua atau wali murid yang menolak dan tidak menandatangani surat pernyataan bersedia divaksin sejauh ini tidak ada sanksi, kami sifatnya hanya mengimbau,” kata Kabid SD.

Ditambahkanya, hasil dari  program vaksinasi usia anak ini nantinya sebagai tolak ukur rencana akan dilakukan proses belajar mengajar tatap muka. (AR)

Komentar

BERITA LAINNYA