oleh

Tragis! Seorang Istri di Bengkulu Tengah Tega Bunuh Suami

 

Mediabengkulu.co –  Entah Pikiran apa yang merasuki sang istri ini hingga tega membunuh suami nya sendiri, Padahal Setelah terikat dalam tali pernikahan, suami dan istri mempunyai hak dan kewajiban masing masing yang harus dipenuhi. Suami berkewajiban menafkahi istri diikuti dengan kewajiban yang lainnya. Pun demikian dengan istri. Istri memiliki kewajiban dalam rumah tangga termasuk yang berkaitan dengan adab terhadap suami.

Seorang istri memiliki kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan dengan baik. Dengan melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri, berarti juga telah memenuhi hak-hak suaminya

Kasus pembunuhan suami yang dilakukan oleh istri di desa rajak besi kecamatan merigi sakti kabupaten bengkulu tengah mengagetkan banyak pihak.pelaku pembunuhan merupakan Istri Korban sendiri Er yang setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh kepolisian mengakui telah membunuh dengan alasan kesal karena korban tidak jujur dan kesulitan ekonomi tambahnya.

Terduga pelaku mengakui memukul bagian kepala korban hingga pingsan, kemudian mengikat dan mencekik korban hingga mati yang kemudian selaras dengan hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu yang menyatakan bahwa penyebab kematian korban karena kekerasan dan kehabisan oksigen.

Misteri Kematian Yusup Hariadi (27) yang bekerja sebagai petani kopi dan sempat diduga bunuh diri pada Kamis (6/8) lalu di Desa Rajak Besi Kecamatan Merigi Sakti, akhirnya terungkap.

Berawal dari kecurigaan Anggota Polsek Pagar Jati saat menerima laporan tentang adanya peristiwa bunuh diri di Pondok Kebun Desa Rajak Besi pada tanggal 07/08) yang lalu, Sat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Polda Bengkulu dikomandoi Kasat IPTU Rahmat MH, langsung memberikan dukungan backup penyelidikan.

Satuan Reskrim Polres Bengkulu Tengah melakukan penyelidikan lebih dalam. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, ternyata Yusup Hariadi dibunuh oleh istrinya sendiri.

Hasilnya, kecurigaan sebagai insting kepolisian atas kondisi fisik korban YH (27) yang terdapat bekas luka di bagian kepala dan sejumlah kejanggalan lain namun dilaporkan gantung diri berikut berbagai temuan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) benar membuktikan bahwa korban bukan bunuh diri.

Kapolres Bengkulu Tengah Polda Bengkulu AKBP Andjas Adi Permana, S.IK, melalui Wakapolres Kompol Abdu Arbain, yang didampingi sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Pagar Jati IPTU Susilo, SH, MH, saat menggelar press release bersama awak media sore hari kemarin Senin (10/08) di Aula Polres Benteng secara tegas menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan dan penyidikan didapati bukti yang menyatakan bahwa korban YH (27) telah menjadi korban pembunuhan.

“Atas kejadian tersebut terduga pelaku dikenakan pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan pasal 44 ayat 3 Undang-undang RI tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan bisa hukuman mati,” pungkasnya mengakhiri.

 

Komentar

BERITA LAINNYA