oleh

Relawan GSPI Bengkulu Deklarasi Mendukung RUU Omnibus Law Cipta Kerja

Mediabengkulu.co –Tujuan dari Omnibus Law Cipta Kerja seperti yang disampaikan Presiden Jokowi adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Fungsinya sendiri untuk menyederhanakan aturan-aturan yang menghambat proses percepatan ekonomi.

Presiden ingin percepatan ekonomi lebih dari saat ini. Kebijakan ini , terutama ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja yg luas, serta tentunya meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Melalui Sebuah Deklarasi relawan DPD Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Provinsi Bengkulu Mendukung Penuh Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus law cipta kerja. RUU tersebut dianggap sebagai terobosan pemerintah terhadap tumpang tindihnya peraturan perundangan guna tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPD Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Provinsi Bengkulu,Jonson Manik,  mengatakan deklarasi dukungan pada pemerintah atas upaya pembuatan RUU Omnibus Law Cipta Kerja telah dilakukan Relawan GSPI provinsi bengkulu  pada Rabu (29/7/2020).

“Dukungan ini untuk kepentingan nasional serta kepentingan wilayah Provinsi bengkulu dalam rangka mendorong masuknya investasi serta pemanfaatan tenaga kerja lokal dalam proyek-proyek nasional,” kata Jonson Manik.

Khusus untuk RUU Omnibus Law, lanjut Jonson Manik, pihaknya memang memberikan dukungan penuh, untuk memudahkan masuknya investasi sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal yang berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“RUU tersebut merupakan jawaban dari berbagai persoalan, salah satunya tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan yang kerap menjadi penghambat iklim investasi di Indonesia. Apalagi, saat ini menghadapi dampak perlambatan ekonomi akibat wabah Covid-19, sehingga RUU Cipta Kerja sebagai solusi ampuh mengatasi recovery dan transformasi ekonomi bangsa,” ujar jonson manik.

Dia mengajak masyarakat, buruh, dan seluruh elemen pekerja  agar membangun optimisme bangsa dengan mendukung berlakunya RUU Cipta Kerja.RUU Cipta kerja diajukan sebagai strategi untuk mengatasi berbagai permasalahan ekonomi dan bisnis, utamanya terkait masih banyaknya regulasi yang tumpang tindih, serta efektivitas investasi yang masih stagnan.

”RUU Cipta Kerja juga diharapkan dapat menjadi jalan keluar untuk mengatasi tingkat pengangguran, angkatan kerja baru dan jumlah penduduk yang tidak bekerja. Saat ini, jumlah UMKM cukup besar, tetapi produktivitasnya masih rendah. Hal ini tentu menjadi harapan baik bagi angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan,” Jelas Jonson Manik.

Menurut Jonson Manik sebagian besar pemodal adalah mereka yang ingin investasi dalam jangka pendek sehingga tidak berdampak pada terciptanya soliditas industrialisasi dalam negeri. Para investor juga pasti akan berpikir ulang apabila ingin menanamkan modal dalam hangka panjang di Indonesia. Menurutnya hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat berbagai indikator daya saing Indonesia tidak terlalu menggembirakan.

Jonson Manik  juga mencontohkan, prosedur perizinan di Indonesia yang masih berbelit-belit. Panjangnya birokrasi perizinan ini membuat terbukanya peluang terjadinya rente sehingga investor akan mengeluarkan biaya investasi dua kali lipat jika dibandingkan harus membuka usaha di negara lain.

“Investasi perlu ditingkatkan sejalan dengan kenaikan daya saing Indonesia di mata Internasional. Caranya dengan menyederhanakan proses perizinan yang rumit dan harus dibuat berbasis risiko. Sehingga RUU Omnibus Law Cipta Kerja bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut,”  Pungkas Jonson Manik.

 

Komentar

BERITA LAINNYA