oleh

Lansia di Kepahiang Ditemukan Meninggal

 Berdasarkan keterangan Turiman kepada pihak Kepolisian, bahwa dalam kesehariannya ayahnya tinggal dirumah bersamanya. Kakek Rusjani ditinggal pergi oleh Turiman semenjak 10 hari yang lalu, tepatnya hari Kamis 14 November 2019 dengan tujuan ke Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka menghadiri wisuda anaknya.

Dikatakan oleh Turiman bahwa tidak ada firasat apapun sebelumnya, sepulangnya dari Yogyakarta ianya bermaksud pulang kerumah untuk bertemu dengan orang tuanya.

Kecurigaan mulai timbul dibenaknya ketika melihat lampu didepan rumah masih menyala dan pintu rumah bagian depan terlihat dalam keadaan terkunci. Ketika mengetuk pintu dan memanggil ayahnya tidak balasan dari dalam rumah, kecurigaan tambah menjadi ketika Turiman mencium bau yang tidak sedap berasal dari dalam rumah.

“Seketika itu, perasaan saya sudah curiga situasi lampu hidup, pintu terkunci, dipanggil tidak ada jawaban, tercium bau, saya dobrak paksa pintu rumah dan melihat ayah saya sudah meninggal dunia diatas tempat tidurnya,” ungkap Turiman.

Mendapati kenyataan ayahnya telah meninggal dunia, Turiman langsung memberitahu tetangga sekitar rumah dan perangkat desa, hingga diteruskan laporannya kepada anggota Bhabinkamtibmas Brigpol Said Sukandar.

Ketika di TKP, anggota piket dan unit Reskrim Polsek Kepahiang langsung melaksanakan olah TKP. Hasil identifikasi medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada fisik Kakek Rusjani.

Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak, S.IK, melalui Kapolsek Kepahiang IPTU Kadi Karjito menjelaskan , “Hasil pemeriksaan di TKP tidak diketemukannya tanda-tanda kekerasan pada korban.

Anak korban beserta keluarganya menolak untuk dilakukan tindakan otopsi dengan membuat surat pernyataan diatas materai,” jelasnya.Ditambahkan oleh Turiman bahwa ayahnya semasa hidupnya memiliki riwayat sakit asma.

Komentar

BERITA LAINNYA