oleh

Forum Guru Honorer 35+ & 35- Provinsi Bengkulu Bagi-bagi Sembako

Mediabengkulu.co –Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha.Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri.

Beberapa stimulus ekonomi diluncurkan, bahkan Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing termasuk Work From Home (WFH) dan beberapa Kepala Daerah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Aksi Peduli juga dilakukan forum Guru Honorer 35+ & 35- Provinsi Bengkulu, Untuk Dampaik Covid19 yang berjalan Berjalan dengan baik, pada hari sabtu (13 juni 2020) dari pagi sampai sore hari. Dalam aksi ini para honorer ini telah membagikan berupa Sembako dan Masker ke warga terdampak.

Aksi peduli honorer dilakukan dibeberapa tempat, yang dimulai dari  Warga di sekitar TPA (tempat Pembuangan Akhir) Air Sebakul Kota Bengkulu ,kemudian Warga Yang Kurang Mampu di beberapa titik di Kota Bengkulu seperti Pengguna Jalan di Lampu Merah Pagar Dewa Kota Bengkulu.

Aksi kemudian Menyambangi Pantih Asuhan Sarfat, Jl. Hibrida Kota Bengkulu, kemudian singgah ke Panti Asuhan Almubaroh Jl. Karang Indah Kota Bengkulu.

Menurut Bendahara GTKHNK35+ Provinsi Bengkulu Ibu Dra. Nurjana, M.Pd Dana ini berasal dari Sumbangan Sukarela GTT & PTT tingkat SMA/SMK/SLB Se-Provinsi Bengkulu yang di Koordinir oleh Forum GTKHNK35+ Provinsi Bengkulu.

”Walau kami mendapat gaji yang belum layak, namun kami mengakui bahwa ini bagian dari kepedulian kami Honorer yang kiranya dapat diikuti juga oleh mereka yang berstatus PNS,” ujar Nurjana.

Ketua umum GTKHNK35+ Provinsi Bengku, Bapak Yusak juga  mengatakan bahwa sumber dana aksi peduli ini adalah benar dari sumbangan sukarela para honorer karena mereka berterima kasih atas realisasi Janji Gubernur Bengkulu Bp. Dr. Rohidim Mersyah, MM yang telah dicairkan pada bulan mei 2020 yang lalu.

“Gaji itu masing² Rp. 1.000.000/bulan. Oleh karenanya, walau dengan gaji yang kecil, Kami berhasil mengetuk hati para honorer untuk bisa berbagi kepada warga terdampak,” Tandas Yusak yang sudah mengabdi 15 tahun ini.

Terpancar Raut bahagia Dari  pihak pengurus pantih asuhan maupun warga yang telah memerima bantuan ini, mereka sangat senang dan bangga dengan aksi para honorer ini, walau dengan gaji yang tak layak namun mereka mau berbagi.

“saya mendoakan, agar kerinduan para honorer agar diangkat sebagai PNS melalui KEPPRES betul-betul terjadi,”kata salah satu warga sekitar TPD air Sebakul.

Aksi peduli ini dilakukan oleh 5 orang perwakilan honorer saja, yakni Pak Yusak, Ibu Nurjana, Ibu Septina, Ibu Ponikem dan Ibu Yulinda. Mereka sengaja tidak mengundang banyak honorer guna mematuhi peraturan pemerintah tentang tidak boleh mengundang kerumunan warga.

Semoga saja, pemerintah terbuka hatinya memikirkan nasib honorer yang masih banyak digaji dibawah Rp.500.000/bulan padahal masa kerja mereka sudah belasan tahun. Belum lagi Usia mereka sudah banyak di atas 35 tahun yang tidak bisa lagi mengikuti tes CPNS menurut ketentuan UU, ya ada 500 orang honorer usekota Bengkulu dan @10.000 seProvinsi Bengkulu dari TK, SD,SMP, SMA, SMK DAN SLB. Tandas Yulinda, yang menjabat sebagai Koordinator GTKHNK35+ kota Bengkulu ini.(yusak)

LEBIH SEDIKIT

Komentar

BERITA LAINNYA