oleh

Final Ibukota RI Pindah ke Kalimantan Timur

MEDIABENGKULU.CO-Setelah sempat menjadi menjadi perbincangan sejak sepekan lalu, akhirnya  Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan ibu kota pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim).

“Lokasi ibu kota baru yang ideal adalah sebagian Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim),” kata Jokowi di Istana, Senin (26/8)

Saat pengumuman hadir Wapres Jusuf Kalla, Gubernur Kaltim Isran Noor, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljojo, Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, Menteri KLH Siti Nurbaya, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pemindahan lokasi ibu kota negara ini sudah menjadi wacana sejak Presiden Soekarno. Upaya itu baru terlaksana pada kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Rencana sudah digagas sejak lama bahkan sejak presiden pertama. Dan sebagai bangsa besar, Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri,” katanya.

Sebelumnya Jokowi menyampaikan akan mengumumkan lokasi Ibu Kota baru di Kalimantan pada Senin (26/8/2019), via YouTube resmi Sekretariat Presiden, yang diunggah pada Senin berjudul “Upcoming Live | Presiden Jokowi Mengumumkan Ibu Kota Baru”.

Jokowi sempat meminta izin kepada parlemen untuk memindahkan Ibu Kota saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2020 pada Jumat (16/8/2019).

Alasan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur karena saat ini DKI Jakarta sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, ‎bisnis, keuangan, perdagangan, jasa, bandara, dan pusat pelabuhan terbesar di Indonesia.

Selain itu, beban Pulau Jawa juga semakin berat dengan penduduk sudah mencapai 150 juta atau 54 persen dari total penduduk di Indonesia. Beban ini akan terus semakin berat apabila tetap ibu kota ada di Pulau Jawa.

“Beban ini akan semakin berat jika ibu kota dipindah di Jawa,” katanya.

Kemudian di Jakarta juga macet, polusi. Kesenjangan ekonomi kawasan luar Jawa semakin meningkat. Sehingga dibutuhkan pemindahan ibu kota ini.

“Kita tidak bisa membiarkan beban Jakarta dan Jawa jadi beban penduduk, kemudian kesenjangan ekonomi di Jawa dan luar Jawa semakin meningkat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jokowi menambahkan, alasan dipilih di Kalimantan Timur karena risiko bencana alam sangat kecil. Misalnya banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan, gunung meletus, dan tanah longsor.

“Kemudian juga dekat dengan wilayah kota yang berkembang Balikpapan dan Samarinda, itu punya infrastruktur yang relatif lengkap.”

Alasan lainnya adalah lokasinya yang berada di tengah-tengah Indonesia, berdekatan dengan kota yang sudah berkembang serta sudah ada lahan yang dikuasai oleh negara. (by)

Komentar

BERITA LAINNYA