oleh

DPD RI Kutuk Bom Bunuh Diri di Medan

MEDIABENGKULU.CO-Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di Markas Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11) pagi dan mendukung Polri untuk segera mengusut kejadian tersebut hingga tuntas.

“Tidak ada sikap selain bahwa saya mengutuk keras terjadinya aksi bom bunuh diri ini. Sebagai Pimpinan DPD RI, saya mendukung dan mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengusut kejadian tersebut hingga tuntas,” kata Sultan Bachtiar Najamudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Dalam Keterangan rilis nya Sultan Bachtiar Najamudin juga menyampaikan sikap:

  1. Mengutuk peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini.
  2. Turut berbelasungkawa kepada para korban dan keluarganya yang menjadi korban pada peristiwa tersebut.
  3. Mendesak aparat keamanan untuk segera mengungkap para pelaku dan motif pelaku yang melakukan bom bunuh diri.
  4. Mendesak semua pihak untuk bergandengan tangan dan membantu aparat kemanan guna mengungkap peristiwa ini.
  5. Mengajak semua pihak untuk memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait dengan tindakan anarkis/bom bunuh diri yang tidak dibenarkan oleh agama apapun.
  6. Bom bunuh diri atau bunuh diri adalah tindakan yang salah/haram dengan alasan apapun.
  7. Jika ini dilakukan oleh muslim, tindakan ini justru menodai islam dan mencoret citra islam yang rahmatan lilalamin.
  8. Kepada pihak pihak yang merencanakan ini semua, bertobatlah, karena membunuh satu orang yang bernyawa sama artinya membunuh seluruh manusia. Dengan alasan apapun, bom bunuh diri tidak dibenarkan oleh agama apapun.

Dia percaya Polri akan melakukan penegakan hukum secara profesional dalam rangka menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada setiap warga negara. Sultan Bachtiar Najamudin  mendorong Polri untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh Indonesia demi memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Selain itu, dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. “Seluruh elemen masyarakat harus bersatu menunjukkan bahwa Indonesia tidak takut terhadap teror, seperti apa pun bentuknya,” ujarnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat menahan diri untuk tidak menyebarkan foto-foto maupun video aksi tersebut. Menurut dia, masyarakat tidak perlu mendapatkan gambar atau visual mengerikan, dan menyebarkan foto serta video hanya membantu tercapainya tujuan teror itu sendiri.(aak)

Komentar

BERITA LAINNYA