oleh

2 Kali Insiden Keracunan Masal di Ponpes, Pemkot Bengkulu Ambil Langkah Tegas

Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit harapan dan doa (RSHD) Kota Bengkulu untuk mendapatkan perawatan medis. Sebelumnya Jumat (14/8/2020) lalu, ratusan santri di ponpes yang sama keracunan makanan dari sarapan yang disajikan di pesantren tersebut.

Terkait kejadian ini, Pemerintah Kota Bengkulu dalam hal ini Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wawali Dedy Wahyudi langsung merespon cepat dan mengambil langkah tegas.

Helmi melalui Dedy menginstruksikan jajarannya, segera mencari solusi tepat dan cepat, agar insiden ini tidak kembali terulang. Atas nama Pemkot Bengkulu, Dedy merasa prihatin dengan insiden keracunan, yang 2 kali terjadi dalam waktu berdekatan, di pesantren yang sama.

“Kami Pemkot, prihatin dengan kejadian yang sudah 2 kali terjadi ini. Kami harap ini menjadi perhatian serius pihak pesantren. Mari kita doakan bersama, santri yang diduga keracunan, segera sembuh. Juga mendoakan kejadian ini tak lagi terulang. Kita harus saling dukung, karena pesantren tempat mencetak ulama, ustad dan ustazah kita,” ujar Dedy.

Dedy mengajak pihak pesantren untuk duduk bersama dan terbuka, sehingga persoalan dugaan keracunan ini bisa ditemukan dari mana masalahnya, serta bisa didapatkan solusi bersama.

“Sejauh ini, kami berbaik sangka atas insiden yang terjadi. Tapi tetap kita harus temukan titik masalahnya di mana dan apa solusinya dengan duduk bersama,” ajak Dedy.

Dedy melanjutkan, Pemkot Bengkulu akan membantu para korban. Tapi tentu, masalah ini kata dia jangan dibiarkan berlarut-larut. Pihak pesantren juga diharapkan membuka diri baik kepada pemerintah maupun kepada pihak kepolisian.

Hingga Senin pagi, santri yang keracunan itu masih menjalani perawatan intensif di RSHD dan sebagian sudah yang menunjukkan tanda-tanda kondisi yang membaik. Ini disampaikan Kadis Kesehatan Kota Bengkulu Susilawaty. “Sekarang sudah membaik,” kata Susilawaty.(Release/Media Center Kominfo Kota Bengkulu)

Komentar

BERITA LAINNYA